DOA DI PENGHUJUNG MALAM

August 19th, 2007 by lakzon

Punya banyak impian ibaratnya memiliki berbagai macam tanaman hias yang
beraneka warna dan jenis.
Dimana
tanaman hias dengan berbagai warna dan jenis itu kita tanam di tanah di halaman
sempit rumah kita. Pada saat menanam pertama kali kita pasti membayangkan
tanaman ini akan tumbuh subur dengan berbagai bunga yang memberikan warna indah
dan harum semerbak baunya bahkan mungkin bisa langsung kita rasakan pada saat
itu juga.
Terbayang juga
bermain-main disela-sela tanaman itu dan memetik bunganya.  

Namun impian sederhana itu bisa langsung berubah menjadi sesuatu yang tidak
terjangkau terlalu sulit untuk menyiapkan waktu merawat bunga-bunga kita
terlalu sibuk bahkan sekedar menyisahkan
waktu untuk bunga-bunga, ya untuk impian kita.

Bunga tidak akan tumbuh tanpa perhatian dan kesabaran kita untuk memotong
daun-daun yang kering, menyirami, mencabuti rumput-rumput liar disekitarnya dan
yang pasti memberikan pupuk dan ini semua adalah bentuk perhatian-perhatian
kita. Tetapi dengan segala kesibukan kita, sering kali justru membuat kita lupa
dan tak punya waktu untuk memperhatikan, dan tidak punya kesabaran untuk
merawat, menyiraminya. Perlahan tanaman kita menjadi kering dan layu begitu
juga dengan impian-impian kita pun terbang dan melayang. Mimpi dan impian itu
bener-bener berhenti hanya menjadi sebatas impian.

Ibarat merawat tanaman, impian-impian kita juga perlu dirawat dan diberikan
perhatian.

Sampai disini saya berfikir kembali berbagai macam target, banyak cita-cita
dan impianku dalam hidup ini. Salah satunya adalah tentang impian tentang
keluarga ideal yang aku bayangkan. Walau samar mungkin tapi gambaran itu ada.
Bukan masalah samar-samar yang aku risaukan tetapi sudah seberah besar
perhatian yang saya curahkan untuk keluargaku. 

Dihampir 2 tahun usia perkawinan kami, kami masih hidup berjauhan, saya di
Bulukumba Sulawesi Selatan sedangkan istri dan anak saya berada di Palangkaraya
Kalimantan Tengah. Komunikasi dan perhatian kami wujudakn dengan melalui telp
dan sms serta bertemu hanya sebulan sekali dan itupun hanya dalam beberapa hari
saja.

Masih teringat bagaimana saya masih sering mudah emosi menghadapi ekspresi-ekspresi
istriku yang menginginkan saya untuk lebih perhatian. Ohh Gusti Allah
malu saya kalau sudah begini. Waktuku sebagai suami dan ayah hanya bisa di
hitung beberapa hari dalam sebulan, itu juga kadang tidak rutin tiap bulan saya
bisa bersama mereka. Kadang dengan kesibukan kerjaku saya sering lupa untuk
telp bahkan sms. Kesempatan untuk telp dan sms-smsan biasanya ya pada saat
sepulang kerja, tetapi sering kali saya Pulang2 kerja sudah malam dan anak
istriku yang jauh disana sudah terlelap menuju pintu mimpi.
Ya aku hanya bisa berdoa semoga anak
istriku masih diberi mimpi indah oleh Sang Penjaga, jangan pula mimpi rindu tak
terjawab akan belaian kasih sayang seorang papa dan suami yang sedikit waktunya
untuk mereka. 

Kita boleh jadi memang sudah punya impian indah tentang keluarga yang kita
damba. Tapi tanpa perhatian dan kesabaran itu semua hanya akan menjadi tanaman
kering dan layu yang mudah mati.

Ohh Gusti Allah, sang Pengatur waktu beri hambamu ini
jalan untuk bisa mengelola diri lebih baik, di waktu-waktu yang kau pinjamkan,
beri hambamu ini kemampuan untuk memanfaatkan sedemikan rupa 

Ohh Gusti Allah, Yang Maha kuasa, beri kami
kekuatan untuk bisa sekedar memberi perhatian yang mereka butuhkan. Beri hamba
kemampuan untuk fokus pada impian kami.

Sering kali aku membela diri, mempertahankan dan menyelamatkan ego, dan
berlindung pada argumen-argumen tentang priorotas hidup, argumen keterbatasan
dan argumen atas kebutuhan material dan lain sebagainya. Memang argumen diatas
bisa menjadi argumen logis untuk kita ambil sebagai pembenaran atas apa yang
sudah kita lakukan. 

Saya sadar bahwa hidup adalah pilihan, dan saya juga sadar bahwa tidak
mudah untuk mendapatkan semua yang kita mau, dan kita mungkin tidak akan
mendapatkan semua yang kita idamkan. Dengan alasan-alasan diatas sungguh
menjadi alasan yang masuk akal dan menjadi pembenaran bagi banyak orang.untuk
bisa mengerti dan memahami atas semua prioritas kita. ”Lalu apakah keluarga
bukan prioritas untuk mu?”
pertanyaan keras yang sangat terasa menampar
telinga ku… menghujam dan menusuk hati

Saya tahu ini bukan perkara mudah, banyak orang yang memberikan pendapat manis
namun mereka berada pada posisi yang berbeda, banyak ahli juga sudah banyak menawarkan alternative-alternative solusi
indah. Namun tetap saja mereka tidak mengalami hal yang setara dengan yang kami
alami

Ya biarlah tulisan ini menjadi doa…walau lirih dan terbata kepada Yang
Maha Kuasa
Semoga kami bisa mewujudkan semua Mimpi-mimpi indah tentang keluarga yang
ideal
Yang kami dambakan.
Amin

Bulukumba
Untuk Mama dan jagoanku Rafi
Maafin papa…

Fenomena Lapindo

March 20th, 2007 by lakzon

P3180357Begitu Terkenalnya Lapindo sampe dijadikan merk dagang Bakso, saya ambil foto ini di pantai Losari Makassar di jalan Pasar Ikan…
Konyol aja apa emang rasanya seperti lapindo yang gak berhenti-berhenti mengalir? saya tidak tahu karena saya kurang tertarik untuk makan bakso apalgi dengan nama lapindo.

Bus Miring

December 5th, 2006 by lakzon

Pc040509_1 mungkin seperti ini hanya terjadi di indonesia ya… Bus dah tua dan miring… foto saya ambil di jalan dari makassar menuju bulukumba, saya kurang jelas jurusan mana yang pasti banyak sekali bus seperti ini yang lewat di jalan… ya… inilah indonesia. baca selengkapnya

ayam gorengkah?

November 23rd, 2006 by lakzon

Friend_chicken_copyada yang mau coba….? lucu aja liatnya bukan ayam goreng tapi temannya ayam :D
tri udah coba rasanya lumayan koq…

Diversifikasi Jualan

November 1st, 2006 by lakzon

Pa310466_1

ini benernya oleh-oleh pulang kampung pas lebaran kemarin waktu dijalan menuju Bulukumba tepatnya di takalar, lucu aja ngeliatnya jadi disempet-sempetin foto dulu…

Katanya hidup mesti kreatif ya…
biasanya kalo POM Bensin ya jualannya ya bensin dan sebangsanya, paling banter ya minuman ringan dll yg dipajang dideket pompa bensinnya…
tapi yang aku temuin di POM Bensin ini dia jualan Semangka…
kalo taruhnya jauh2 gak papa ini mepet bgt sama SPBU dan didalam SPBU lagi…
ekonomi lagi sulit jadi diversifikasi produk yg dijual kayaknya perlu bgt …
salut sama SPBU di Takalar ini …hehehe

Minal Aidin Walfa idzin

October 17th, 2006 by lakzon

Menjelang Libur dan Cuti Bersama dan saya libur untuk pulang kampung ketemu istri dan Jagoan ku Rafi…(duh dah kangen bgt rasanya..)

Saya Sekeluarga mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Semoga Kita Kembali Fitri

Amin

pada mudik juga kan ???

ati-ati….

Aku Jadi Ayah

October 5th, 2006 by lakzon

Rafi_imanAlhamdulilah Telah Lahir Putra Pertama Kami Pada 28 September 2006, Jam 11.30 Dengan Berat 3,7 Kg Panjang 51 Cm Di Rumah Sakit Charitas Palembang.
Mohon Doanya Biar menjadi Anak Yang Saleh dan memberikan banyak manfaat buat Agama, Bangsa dan Negara Amin..

Cerita Lengkapnya tentang kelahiran dan lain-lain baca disini

DONASI

September 14th, 2006 by lakzon

Scan0001beberapa hari tekahir saya agak bingung sama pengertian donasi.., apa sebenarnya donasi kalo atinya mungkin bisa diartikan Sumbangan Pihak Ketiga, tapi kalo sumbangan koq maksa ya.sumbangan koq wajib ya…  ( sayang fotonya gak bisa di besarin kalo Blogs di FS ini)

ceritanya gini, sebagai perantau saya ini sering banget mondar-mandir baik pulang kampung ke surabaya, ke istri di Palangka raya, atau ke mertua di Palembang. setiap mau masuk bandara saya selalu bayar pajak bandara dan ada yang istimewa lagi sekarang yaitu donasi untuk pemda. ini muncul di Bandara Hasanuddin Makassar dan Bandara di Palembang. bedanya kalo di Makassar ketika kita mau berangkat kita mesti bayar donasi Rp. 5.000,-. kalo di Palembang Rp.3.000,- dan kalo mau naik taxi bandara di makassar kita mesti bayar lagi donasi Rp. 1.000,. mestinya kalo namanya sumbangan kan gak wajib ya.. ini gak kita mesti dan harus kayaknya. aneh-aneh juga, mungkin PEMDA mikir kalo rakyatnya ini udah pada kaya jadi kita di suruh nyumbang :D
ya emang kecil juga nilainya tapi kalo di pikir-pikir setiap hari kan banyak juga yang naik pesawat.
dan seperti biasanya transparansi disini gak ada dutinya untuk apa juga gak gitu jelas
ya sudahlah paling tidak saya sudah jadi dermawan yang nyumbang ke PEMDA walo benernya saya lebih suka nyumbang ke orang langsung :D
hehe…

mau kerja lagi kapan-kapan di sambung
DONASI SEHARUSNYA SUKARELA BUKAN PAKSAAN :D

 

Repotnya Nyiapin Nama

August 29th, 2006 by lakzon

Seiring dengan semakin besarnya kehamilan
istriku, ada satu hal yang jadi lebih sering saya sama istri lakukan, yaitu
memperhatikan nama-nama orang dan cari-cari artinya :D

Kemarin sempet kumpul-kumpul nama bayi juga
loh di internet udah kami print juga, sekarang dan di jilid bagus dan jadi
pegangan kita kemana-mana…

Setiap nemu nama orang ya kita liat artinya
apa… hehehe konyol juga kan

 Ya yang bikin pusing lagi gak tahu mesti
nyiapin nama cowok apa cewek …

Iya ketika periksa di Palangkaraya di Dr.
Sigit waktu USG di bilanginnya kalo bayinya cewek, dan sebelum berangkat ke
Palembang (karena istriku berencana
melahirkan di Palembang) Dr Sigit jelasin kayaknya cewek, tetapi waktu sampe
palembang Istriku periksa sendiri di RS Charitas, Sama Dr Setiabudi di
bilanginnya cowok. Nah loh …kan jadi makin bingung deh…tapi gak masalah
benernya cowok apa cewek yang penting sehat dedeknya

Jadi kayaknya mesti nyiapin dua nama kayaknya,
sekarang seh gampang tinggal panggil dedek tapi dedek juga mesti punya nama,
namanya juga mesti bagus artinya…

Kalo liat nama-nama anak-anak temen-temen (
nah loh semuanya disebut 2 kali) kami koq bagus-bagus banget artinya. Memang
nama juga punya arti doa, harapan juga bagi orang tua.

Gak mungkin kasih nama sembarangan juga nama
yang bikin minder, kasihan dedek mesti nanggung seumur hidup kalo namanya gak
bagus.

Sempet juga kepikiran gak usah capek-capek
yang simpel aja minta nama ama nenek dan kakeknya…hehehe tapi kayaknya nenek
ama kakeknya juga udah ikut pusing sekarang hehehe…

Sekarang seh sudah ada 2 nama yang dah kita
siapin tapi masih belum fix, kita masih terus mencari-cari lagi sapa tahu masih
ada yang lebih bagus lagi…

Ya ini juga pelajaran dari dedek lagi, belajar
jadi orang tua. belajar nyiapin nama..

Gimana nih ada yang punya usul? Sekalian kasih
arti ya..

Cerita yg lengkap tentang my family  disini

1 Paket Kebahagiaan dan Kesedihan

August 27th, 2006 by lakzon

 
Kalau boleh memilih
mungkin saya mungkin memilih hidup ini untuk seneng terus, Gak ada sedih gak ada marah-marah, gak ada stress-stres.
Tapi jadi mikir juga gimana hidup ini bisa saya nikmati kalo isinya monoton
terus, wah pasti saya lebih bakal bosen lagi dan ujung-ujungnya malah sedih
stress dan lain-lain…

 
Beberapa hari ini
saya sedikit gampang marah, sebel-sebel juga, ya intinya saya sedikit tidak
stabil, masih bisa saya baca di blog ini bagaimana gembiranya saya ketika apa
yang saya dan istri perjuangkan selama ini akhirnya berhasil ya Pengurusan
pindah istri saya untuk mengikuti suami akhirnya dikabulkan oleh kantor pusat,
kemudian di susul saya di promosikan sebagai supervisor akuntansi di Cabang
Bulukumba yang juga di ikuti kenaikan peringkat yang intinya juga berpengaruh
terhadap penghasilan keluarga kami. Semua kebahagiaan ini rasanya datang
beruntun….

 
Tapi tepat sebelum
liburan 17 agustusan kemarin semua seakan sirna ketika kantor wilayah tempat
istri saya bekerja ngotot untuk mempertahankan istri saya dan menjelaskan akan
ada pembatalan SK pindah istri saya tersebut dan bla-bla lainnya yang gak bisa
saya tangkap lagi dengan jernih karena pikiran saya langsung kacau dan blank,
dunia seperti gelap rencana saya buyar, Istri saya yang sedang hamil besar tak
berhenti-berhenti menangis dan langsung mengurus cuti melahirkan 3 bulan. Saya
sendiri seperti tidak percaya jadinya semangat kerja juga menurun gampang emosi
jadi sempet stres juga

Ya tidak ada
kehidupan yang tidak di warnai kesedihan, saya pernah baca tulisannya Kahlil
Gibran

Kesenangan adalah
kesedihan yang terbuka Kedoknya, Tawa dan air mata datang dari sumber yang
sama. Lebih dari itu semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa,
maka semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan”

 
Jadi memang
kebahagiaan dan kesedihan adalah dua sejoli yang sepasang, kita tidak bisa
memilih salah satu tetapi mereka merupakan satu paket, ada kebahagiaan karena
ada kesedihan, dualisme yang saling mengisi dan melengkapi dan kami menerimanya
bener-bener satu paket sekaligus.

 
Saya percaya di
balik ini semua ada suatu hikmah besar yang bisa saya dan istri saya ambil, aneka
warna hidup yang barusan kami alami ini semoga bisa menjadi tangga bagi kami
untuk menjadi lebih dewasa dan lebih arif bijaksana menghadapi segala
sesuatunya,. untuk menghadapi masalah sebesar apapun termasuk untuk menjadi
orang tua dalam membesarkan dedek putra kami nanti.

 
Hari-hari terakhir kami
lebih konsentrasikan untuk kelahiran dedek putra pertama kami selain untuk
melupakan sejenak soal SK pindah tadi, dan sambil terus berusaha untuk terus
mengurus kepindahan istri atau saya yang pindah mengikuti istri yang penting
kami bisa bersama-sama membesarkan dedek putra kami. Saya percaya episode cerita
urus-urus pindah ini belum selesai dan saya yakin Allah akan memudahkan kami.
Amin

Baca Cerita yg lain disini